Uang bukan akhir dari segalaNya

        Melihat manusia begitu tergiur akan harta, mencerdaskan diri seakan banyak peluang untuk mendapat segalanya dengan berbagai cara. Apa yang mereka yakini jika banyak harta. Mungkin akan merasa mendapat segala sesuatunya jika banyak harta. Terlebih lebih uang,  dengan segala kejelasan mendapat uang.

Berbagai pekerjaan di jalani dengan segala arti
Namun tak mengerti apa yang harus didapati
Ya hanya uang uang dan uang
Rela mencerdaskan diri demi orientasi yang tanpa arti
tak memahami yang mereka dapati
Puji di lontarkan bukan kepada yang benar benar memberi segala yang dingini
Namun terlebih pada yang dihormati.
Tak peduli pada yang butuh dikasihi
hanya pemberian, oh bukan, pengHARGAan lebih tepat kepada yang memberi pemuas birahi

Uang adalah bagian dari segalaNya, tapi Uang itu bukan akhir dri segalaNya. Coba pikirkan jika uang adalah akhir dri segalaNya, mungkin tuhan harus mematok harga setiap oksigen yg dihirup, mungkin tuhan harus mematok harga setiap pemakaian bagian tubuh, karena tuhan tak hanya memberi uang, tuhan memberi bagian dari rezeki yaitu berupa uang, tapi mengapa rezeki yang begitu banyak difinisi dari tuhan hanya didefinisikan dengan uang?

Dan bagi mereka masih percaya akan kehadiran Tuhan, harus mengakui akan ke-segalaanNya, “uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang”, Pepatah yg dilontarkan bagi kaum yg tak mengerti akan arti hidup, yang khawatir besok tidak bias makan karena tak ada uang, tak mempercayai bahwa segala usaha yang diupayakan dan segala yang diberikan bukan dari kehendak tuhan.

Yang tak tahu kemana harus kembali pulang. Pikirkan kembali jika segalaNya hanya membutuhkan uang, berapa harga yg harus dibayar untuk hanya bisa melihat keindahan tumbuhan, bintang bahkan alam semesta. Karena perlu di ingat segalanya itu akan kembali pada yang benar-benar member
Hidup ini hanya sebuah penawaran, berbagai tawaran masuk ke dalam kehidupan, dan mendapat uang adalah penawaran jika penawaran itu hanya agar mendapat uang atau hanya sebuah nilai, rasanya hidup ini benar benar singkat. Tanpa cerita, yang penting dapat nilai(uang).

Parahnya lagi jika bagian dari segalaNya tak bermanfaat bagi umat manusia atau alam semesta, hanya karena diri ingin menjadi yang di akui. Pengakuan yang sifatnya tak berbagi.

Apa salahnya berfikir. jika harta tak di bawa mati itu bisa menjadi wakil dari penilaian yg sesungguhnya, jika harta yang sementara itu lebih berati jika tak hanya di kejar untuk kekayaan, kemumpunan, kesanggupan. jika yg dikejar adalah manfaat bagi umat manusia lainnya dan itu adalah bagian dari ke segalaanNya, agar semua ciptaan tuhan bisa saling membutuhkan.

Keselarasan yg lebih di ingin sang pencipta seiring pelimpahan

Yang diberikan sang pencipta terlupakan dan dilupakan

Menjarah wakil dari kebiadapan kepada yang tiada mampu keduniawian namun sanggup keakhiratan

Berpura pura, bersandiwara bak pemeran yg penuh rekayasa dan kuasa

Dilakukan tanpa menyadari bagi hak yang tertinggi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s